Pengemis berkedok guru ngaji.

Suatu hari ada pasangan muda yang ceritanya memutuskan untuk berhijrah namun ia salah menemukan guru ngaji yg seharusnya jadi sosok yg membuat ia mendekat pada Tuhannya atau minimal memperbaiki hubungan dengan Allah ibarat beli produk tapi salah baca buku panduannya.

 Singkat cerita si suami ini baru mulai mengikuti ritme pengajian malam minggu bersama guru ngaji tersebut yg ternyata pengemis.

Awalnya si suami ini izin sama istrinya mengaji setiap minggu. Yaitu jadwal nya hari sabtu. Sebelum menikah si suami ini belum pernah mengaji dimanapun. Waktu itu si istri percaya saja klo suaminya betulan belajar agama atau mengaji. Tapi suatu hari, menjelang pernikahan ke 4bulan si istri mulai hamil, dan perasaan terlalu sensitif sama suaminya hingga muncul emosi yg meledak ledak namun tidak pernah di tanggapi atau di perhatikan suami nya . Yang ada malah makian, cacian, dan hinaan. Sampai suatu ketika si istri curiga. Karna si suami kalo mengaji itu mulai ba'da isya sampe jam 2 pagi bahkan jam 3 pagi kadang belum pulang. Lalu bertengkar  hebat pasangan ini.

Kemudian suatu waktu sang istri tak sengaja membaca pesan dari guru nya untuk mengirimkan sejumlah uang. Bilang nya pinjam, namun tak kunjung diganti. Dan itu terjadi setiap bulan, sering karna si suami tipe yg gak tegaan tapi bodoh. Istrinya saja uang belanja suka kurang, bahkan untuk nafkah sendiri saja sering minus. Tapi masih mikirin idup orang lain. Akhirnya dimanfaatin. Si suami jd sering transfer uang diem diem tanpa sepengetahuan istri. 

Sampai suatu hari. Pertengkaran muncul kembali. Karna ada transferan sejumlah uang yg lumayan banyak. Dan dikasih cuma cuma aja gitu ke guru ngajinya.
Jadi keenakan dong ada passive income dari murid ngajinya.
Dan sering banget secara tidak langsung minta minta beliin makan, minta beliin ini dan itu. Sikap yg tidak layak dimiliki seorang guru ngaji seperti pengemis.
Dalam islam saja Allah melarang orang meminta belas kasian orang. Sampai si istri menceritakan kisah nya kepada teman nya yg suaminya jg guru ngaji.

Si teman selalu bilang. Biasanya kalo guru ngaji betulan itu gengsi minta ke murid. Kalo ga ada uang kita itu disuruh puasa loh sakingan ga ada uang buat makan. Malah sampe dagang dagang makanan buat dijual atau jualan apa aja yg penting ikhtiar buat menuhin kebutuhan keluarga. Bukan malah minta2 ke muridnya. Kalo dikasih kan rejeki ya ga kita tolak kita anggep rejeki dari Allah. 

Tapi kalo sampe minta ini itu, bahkan minta uang dengan nominal tertentu itu namanya ngemis. Langsung merinding. Karna jaman skg banyak perceraian terjadi karna si suami salah pilih pengajian hingga uang nya habis, tabungan habis hanya karna menuhin hasrat setan pengemis yg menyamar jadi guru ngaji itu.Biar bagaimanapun guru ngaji itu manusia biasa yg pengen kebutuhan nya terpenuhi.

Hanya karna si istri melarang ikut pengajian aja si suami sampai ngancam cerai, pisah, pulangin kerumah ortu, bahkan sampai lalai tanggung jawab nya. Si istri selalu merasa gagal dalam pernikahan, si istri menyesal mengambil keputusan menikah, bahkan si istri selalu menangis sendirian tanpa sosok suami yang ia harapkan menjadi pundak untuk bersandar. 

Si istri bekerja pagi, siang, malem untuk memenuhi kebutuhan keluarga yg tidak pernah bisa di cukupi suaminya itu. Anak nya ada 4. Untuk bayar sekolah, kebutuhan rumah tangga jika mengeluh kurang saja, dan bertanya dari mana yaa kita harus cari uang lagi si istri di bentak dan di hina sampai tega berkata kasar yg tak pantas diucapkan seorang suami.
"Lu peres aja w terus, w mampunya segini." Bentak si suami.
Padahal si istri saja sudah bekerja pun harus memikirkan penghasilan tambahan dari jualan baju, sampai jualan online.
Dimana hal tersebut harusnya menjadi tanggung jawab suami. Si istri bergumam dalam hati seandainya uang dan gajinya tidak dimanfaatkan guru ngaji nya. Kondisi seperti ini mungkin tidak terjadi. 

Sampai si suami ke enakan. Karna setelah 5th belakangan si istri sudah tidak mengeluh lagi soal uang.sampai diam diam si suami berani maling uang tabungan si istri yang tadinya untuk beli buku sekolah anak anaknya nominal nya sampai 2jt. Kalau saja uangnya untuk mertuanya yg sakit. Atau untuk bayaran sekolah adik iparnya. Mungkin si istri lebih ikhlas dan marah. Tapi lambat laun si istri tau. Uang nya selalu di transfer ke pengemis durjana itu.

Hingga akhirnya si istri memutuskan menceritakan semuanya ke anak anak tentang perasaan dan hatinya terhadap ayah nya anak anak. Semua anaknya mendukung pisah. Percuma ayah ada dirumah libur tapi ga pernah ada waktu buat kita.
Diam diam si istri menuju pengacara untuk mendaftarkan perceraian nya. Karna si istri sudah solat istikhorok. Pernikahan yg ia sudah jalani 15th itu membuatnya mengambil keputusan yg cukup sulit. Setelah tabungan cukup, karir melesat, bisnis lancar. Ia memutuskan membesarkan anak anak sendiri. Setelah surat cerai terbit sang suami itu merasa seperti kesamber gledek.

Sebelum mengajukan surat cerai untuk di tanda tangani suaminya. Sang istri sudah pernah bicara 4 mata. Supaya suami nya sadar dan tobat. Dan untuk menyelamatkan rumah tangga nya yg sudah 15th itu dimana sudah ada 4 orang anak yg harus di pikirkan. Namun lagi lagi si suami selalu nerkata kasar, bahkan selalu terus menerus menghina si istri. Sampai istri nya selalu menangisi takdir nya yang menyakitkan itu.

Saat bicara 4 mata dengan suaminya. Sang istri hanya bicara singkat dan tidak mengurangi rasa hormat nya kepada suaminya. "Ayah, jujur 15th ini cukup sulit sekali bagi saya dan anak anak. Karna ayah tak kunjung berhenti dari pengajian itu yg membuat ayah lalai akan tanggung jawab ayah terhadap anak anak. Terutama perihal nafkah. Selama ini saya merasa lelah jika harus berjuang sendirian terus. Saya mau melepaskan ayah. Supaya ayah bebas dengan dunia ayah. Tanpa harus memikirkan istri dan anak anak. Anak anak boleh dijenguk sabtu minggu silahkan. Tapi sepertinya saya sudah mengambil keputusan berpisah karna lelah. Harus mencukupi hidup saya sendiri tanpa nafkah lahir dan batin. Terimakasih untuk semua sikap sikap ayah. Sebelum ayah minta maaf. Sudah saya maafkan. Semoga ayah bahagia dengan hidup ayah dan pengajian ayah yg selalu ayah agung agungkan itu."

Sang suami meneteskan air mata. Tapi percuma. Didepan pengacara sang suami tdk bisa berbuat apa apa. Namun semua sudah terlambat. Yang ada hanya penyesalan.

Memang banyak pengajian pengajian aneh aneh diluar sana yg membuat murid muridnya harus mengorbankan rumah tangga nya saking gelap mata dan logika tertutup. Alih alih sedekah awalnya. Malah jd keenakan jadi passive income.
Padahal kan seharusnya seorang guru ngaji mengingatkan dalam rumah tangga itu sedekah terbaik itu ya ke istri. 
Tapi hal itu tidak terjadi di pengajian yg salah arah itu.

Semoga Allah segera hidayah terhadap pengajian pengajian yg salah arah itu. Bagi seorang istri mungkin bisa saja terima tidak dinafkahi suaminya. Tapi sudalah tidak di nafkahi secara materil dapat hinaan, cacian, makian juga dengan kata kata kasar. Sungguh tidak manusiawi sekali jika terjadi selama 15tahun berturut turut. Akhirnya demi kewarasan sang istri, dan secara finansial sudah mapan dan mandiri. Ia pun memilih melepaskan rumah tangga nya itu.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata "Pernah Menikah"

GILA DAN NGAREP

GAJIAN YANG MENYEDIHKAN