Kisah Nyata "Pernah Menikah"

Kisah nyata "Pernah Menikah"

Cerita dari Ibu Demi yang tinggal di pelosok kota Solo, Jawa Tengah.

(Nama dan tempat karangan semata)

Ibu Demi ini pernah menikah bersama seorang pria yang bernama Pak Tino. Menurut bu Demi saat masih gadis ia sangat pemilih sekali. Entah kenapa ia jatuh cinta dengan kebaikan Pak Tino waktu itu. Walaupun awalnya menolak. Jadi mereka menikah bukan karna cinta pada pandangan pertama intinya.



Biasalah rayuan maut pak Tino bisa meluluhkan kerasnya hati Ibu Demi yang pemilih itu. Akhirnya mereka menikah di Solo selama kurang lebih 9 tahun memiliki 1 anak laki laki. Awalnya pernikahan mereka biasa saja. Ya ujian pernikahan pasti ada. Namanya hubungan. Di satu tahun pertama Ibu Demi sudah mendapat ujian yaitu kesehatan Ibu Demi melemah atau sakit lah intinya. Alhamdulilah karna Allah masih kasih umur panjang Ibu Demi sembuh dari sakitnya yang membuat nya ia harus bedrest dan kontrol bolak balik RS selama 6bulan. Bayangin kan Kesepian nya kaya apa Pak Tino. Merasa penganten baru yang mengurusi orang sakit. Padahal siapa yang mau juga sakit. Tapi Pak Tino tetap sabar sampai istri nya itu benar benar pulih. Dan akhirnya setelah 3th menikah mereka punya anak laki laki yang bernama Satrio. Ujian kedua Bu Demi datang. Namanya punya bayi pasti butuh bantuan suami dong. Seperti yang diharapkan para istri. Bikin nya berdua ya urusnya berdua. 

Tapi apa daya Ujian kedua dimulai saat Pak Tino Sibuk kerja mencari nafkah bahkan lupa kalo dirumah itu ada istri dan anak yang nunggu dirumah. Kadang pak Tino itu sampe tidur dikantor. Atau istri nya sampe ketiduran di sofa ruang tamu sakingan nungguin suaminya pulang. Jaman dulu kan Cuma liat jam aja suami pulang jam berapa. Emang jaman sekarang tinggal WA atau chat. Cuma menerka nerka aja. Saking sibuknya. Waktu berlalu begitu saja sampe tiba tiba umur satrio masuk SD. Sekitar 6 tahun. Kehampaan, kesepian, dan Sendiran selalu menghantui Bu Demi. Seolah tidak ada Bala bantuan mengurus anak, kelelahan mengurus rumah dan anak semua ia lalui sendirian. Dan Bu Demi pernah menuntut waktu luang atau family time keluar bertiga mengajak pergi anak nya. Atau sekedar mengajak pergi si kecil itu menjadi angan angan saja. Yang ada pak Tino Meloka dengan kasar bahkan menghina Ibu Demi dan selalu berkata “ Jangan Jadi perempuan yang tidak tau Diri , kamu ya “. Seolah Mengemis perhatian dan Bu Demi selalu memendam nya sendirian. 

Bahkan keluarga nya tidak ada yang tau betapa stress dan depresi nya Bu Demi menjalani rumah tangga nya itu. Sempat terselip Iri saat Bu Demi melihat tetangga depan rumah nya yang sebulan sekali berekreasi atau menghirup udara bersama-sama keluarga bepergian di luar menginap dan liburan. Itu semua hanya menjadi Mimpi bagi Bu Demi. Semakin Bu Demi mencurahkan perasaan nya kepada suaminya. Ia hanya mendapat imbalan makian, ocehan kasar, dan hal yang menyakitkan selalu keluar dari mulut nya. Seiring berjalan nya waktu dalam sabar dan berdoa dan berharap Pak Tino akan berubah suatu hari nanti. Tapi Segala bentuk kebaikan dan kesabaran Bu Demi tidak membuahkan hasil. Sampai suatu hari tibalah Satrio mendaftar masuk SD. Seperti pasangan Umumnya Bu demi dan Pak Tino Kesekolah untuk wawancara dan pendaftaran sekolah nya. Semua berjalan lancar sampai seleksi calistung selesai oleh guru nya. Dan orang tua menunggu diluar. Tiba Bu demi ingin ke Toilet. Dan ada pemandangan aneh yang ditemukan Di depan gerbang sekolah. Karna diruang tunggu bu demi tidak menemukan suaminya. Bu Demi mencari dan menemukan suaminya di gerbang sekolah anaknya sedang berbincang mesra dengan perempuan yang asing bagi nya. Aktifitas Bu Demi menjadi ibu rumah tangga dan berbakti kepada suami selama ini seolah menjadi sia sia pengorbanan nya ini.

Bu demi menghampiri dan menguping di balik tembok.

Obrolan mereka mesra sekali.

Feeling bu Demi kuat. Prilaku Suami nya selama ini karna berselingkuh. Bu Demi dengar sendiri dari mulut pak Tino berkata “ Kamu cantik sekali semakin hari semakin cantik saja, beda sekali dengan istri saya dirumah”

Sang perempuan itu memang cantik sih. Dan membalas ucapan pak Tino sambil menggoda. “ Kalo gitu Minggu depan kita bisa jalan lagi dong makan makan keluar atau ke mall” pak Tino menanggapi “ apa sih yang engga buat kamu”. Betapa mendidihnya air dan panas Api di dada Bu Demi. Bukannya mendatangi mereka. Alih alih Bu Demi meninggalkan nya dan kembali Ke Ruang Tunggu. Sambil Menunggu anak nya Satrio. Belum 5 menit Bu Demi duduk terdiam sambil menahan amarah nya, Bu Demi dengan lembut bertanya kesuaminya. “ Dari mana pak ?”

Suaminya Jawab abis ketemu teman di kelas sebelah anaknya daftar disini juga. Tapi teman kantor buru buru gak nunggu anaknya dulu ada urusan.” Merasa di Bohongi Bu Demi hanya merasakan sesak didada dan diam. Sepulang nya dari mengurus pendaftaran sekolah anaknya. Si Satrio senang sekali mau bersekolah. Bu Demi bersabar dan menunggu waktu yang tepat membahas semua yang ia dengar di gerbang sekolah tadi.

Besoknya Pak Tino Bekerja. Seharian Bu Demi Menangis. Dan menitipkan anaknya ke rumah nenek Satrio. Lalu diam diam Bu Demi mendatangi tempat suaminya itu bekerja.

Seperti biasa suaminya sedang bekerja. Dan Bu Demi beralasan ingin mengantar makanan untuk suaminya. Tapi apa yang di terima Bu Demi. Malah Makian. “ Ngapain sih kekantor. Malu maluin saja.”

Bu Demi langsung bilang “ Saya ingin bicara mas diluar 10 menit gak lama. “ Oke tunggu dulu.

Setelah diluar kantor BU Demi Bicara dan mengungkapkan isi hati nya yang terpendam selama 6 tahun belakangan. Begini kira kira omongan nya “ Mas aku ini salah apa ?

Aku ini kurang apa ?

Aku selama ini diam dan sabar bukan berarti mas bisa perlakukan aku seenak nya seperti ini. Aku tau mas berselingkuh dibelakang ku dan berbohong. Aku minta kembalikan aku ke orang tuaku aku minta cerai mas. “

Lalu Pak Tino bukan nya membahas bicara baik baik terhadap istrinya malah memaki dengan kasar.

“ Dasar wanita tidak tau diri, wanita brengsek, sudah sukur aku mau sama kamu waktu kamu gak berdaya sakit dulu siapa yang urus.”

Lalu Bu Demi memberanikan diri bicara. 

“ Jadi mas ga ikhlas ngurus aku sakit dulu. Mas nyesel ngurus istri sendiri. Dulu mas kan aku udah tolak berkali kali. Tapi mas kejar kejar sampe dapet. Lalu setelah menikah dan punya anak mas begini ? “

Aku fikir menikah itu bisa membuat kita yang tadi nya sendirian menjadi bersama atau minimal punya tempat keluh kesah saat susah, sedih, dan senang. Tapi sejak aku punya anak. Mas berubah total. Mas bukan menjadi suami yang menjadi bahu buat istrinya tapi mas selalu marah, memaki, dan berkata kasar. Aku bukan hanya butuh nafkah lahir mas. Aku juga pengen nafkah bathin terpenuhi. Tapi mas gak pernah ngerti dan egois sendiri. Jujur aku Lelah mas. Tegas Bu Demi. “ Kalo tau aku akan berakhir begini lebih baik aku mati saja dulu. Aku fikir 9 tahun sudah cukup. Buat menerima perlakuan mas yang seenaknya kepadaku.

Pak Tino tanpa pikir panjang. “ Oke saya ikuti mau kamu bercerai. Tapi Satrio kamu urus sendiri. Dan kamu Jangan berharap sepeserpun uang Dari saya. Biar kamu mikir punya anak dan urus anak tanpa suami itu gimana.”

Bu Demi Bekata “ Tanpa kamu saya masih sanggup mas urus Satrio masih ada Allah.”

Tapi saya minta mas Tetep temui Satrio sebagai Orang tua nya ya ?” Cukup aku yang merasa sendiri tidak punya suami. Jangan biarkan Satrio merasa tidak punya Bapak.” Tegas  Bu Demi.

Lalu Pak Tino menyetuji.

Bulan depan tepat peringatan 9 tahun pernikahan mereka. Tetapi mereka malah ke pengadilan untuk mengurus berkas perceraian.

Setelah 3 bulan sidang dan mengurus berkas berkas. Akhirnya mereka resmi berpisah.

Berharap kepada manusia itu melelahkan. Kita hanya bisa berharap kepada Tuhan. Sering kali manusia bertindak seenak nya. Padahal selama ini mereka tidak sadar kalo suatu hari perbuatan mereka akan berbalas. Tak lama Bu demi mencari pekerjaan dan mulai berkarir lagi. Karna mungkin ini cara dari Tuhan mencari makan dan menafkahi Satrio. Putra semata wayang nya.

Makna Pernah Menikah

Ini penulis menanggapi dan menambahkan : Pernikahan itu butuh mental yang kuat. Ikhlas sama kekuatan jiwa kudu siap menerima ketidak mungkinan yang akan datang. Karna cinta aja gak cukup. Kaya dan mapan saja tidak lah cukup. Kita membangun keluarga dan sebisa mungkin membangun rumah. Rumah yang bikin nyaman buat kedua belah pihak. Bukan sekedar  nikah aja.

Konflik batin dan manajemen konflik itu perlu. Yang paling penting dari semuanya adalah keimanan kita pada Tuhan. Kedekatan kita pada Allah itu perlu sekali. Supaya kalo ada masalah sedikit dateng dari pasangan itu sama sama siap saling berbenah. Saling menerima. Saling memaafkan. Tapi untuk menemukan kehidupan pernikahan macem ini sulit. Karna kita bicara dengan manusia. Dimana manusia punya iman naik turun. Dimana manusia tidak ada yang sempurna. Dimana manusia selalu punya salah. Dimana manusia punya sifat seperti manusia biasa yang kadang bisa baik bisa jahat. Siapa yang bisa jamin kehidupan kita kedepannya bagimana. Gak ada yang jamin. Dapet suami kaya bisa senang terus. Suami penyayang bisa sayang terus. Suami baik bisa baik terus. Kita gak pernah tau itu. Kita berjalan mengabiskan waktu bersama bertahun tahun hidup bersama. Modal saling cinta aja gak cukup. Hubungan siapapun itu mau tua mau muda butuh di rawat. Jadi kalo mau jadi sepasang suami istri yang langgeng hilangin deh gengsi. Karna bagi yang punya keinginan atau mau menikah yang langgeng itu kuncinya banyak ibadah ,sabar dan mau belajar bareng dan tentunya .

saling bermafaat aja sih satu sama lain. Itu aja cukup.


Comments

Popular posts from this blog

GILA DAN NGAREP

GAJIAN YANG MENYEDIHKAN