kisah FUNGSI utama suami yg berbelok

Banyaknya kasus perceraian saat ini di Indonesia.
Sebab utamanya kebanyakan bukan hanya perselingkuhan ataupun KDRT. Tapi banyak suami suami sekarang yang kehilangan fungsi.

Jaman dulu kita percaya suami itu kepala keluarga atau tulang punggung.

Tapi disaat si suami tidak bisa menemukan solusi dari permasalahan keuangan keluarga hingga akhirnya munculah istri istri pekerja. 

Disaat suami yg harusnya menjadi tulang punggung. Malah harus terpaksa membuat si tulang rusuk menjadi tulang punggung.

Lainlah jika kondisi suami sakit, sudah tak mampu lagi bekerja. Dengan kondisi suami sehat pun ada yg dengan tega menyuruh si istri cari uang, walau dengan berdagang nasi uduk depan rumah, sementara si suami nganggur. Bahkan si istri yg menafkahinya. Hal hal seperti ini sudah biasa katanya.

Padahal itu membuat laki laki kehilangan fungsinya sebagai suami. Dan tentunya kehilangan harga diri. 
Harga diri laki laki ya kerja titik. Bukan nganggur dan menunggu. 

Banyak kok yg suami istri bekerja. Lalu si istri berpenghasilan lebih tinggi dari suaminya. Tapi karna sang suami sudah bekerja dan bertanggung jawab dengan menjadi suami yg baik. Berapapun hasil si suami pasti akan diapresiasi dan dihargai dimata istri dan anak anak.

Kita tidak pernah tau apa yg terjadi dikemudian hari. Tapi yang jelas. Ketika kita sudah menikah dan membangun rumah tangga. Komunikasi sangatlah penting sekali. Yg dibutuhkan istri dari suami ya pelukan, kelembutan, selalu ada menjadi pundak sandaran si istri saat lelah lelahnya, dan selalu meminta maaf, kalo mesra ya tidak semua istri suka bermesraan. Kadang tanpa hinaan, cacian, dan makian sudah cukup lah bagi istri untuk ketenangan jiwanya dan mentalnya.

Coba deh bayangin jadi istri udah sekaligus pekerja, dan suami lepas tanggung jawab, sudah hamil pun harus periksa sendirian dan bayar pake uang sendiri, sementara suami asik asik main futsal dengan teman kantor. Sudah begitu Sampe rumah ngeluh cape malah dimaki maki suaminya. Apa ga sedih dan sesek didada hati istrinya. Udahlah cape lahir batin namanya. Terus punya mertua pun durjana sekali. Yg selalu doktrin anaknya. Istri mu kan udah kerja udahlah ga usah kasih uang banyak banyak ke dia. 

Nah bangga nya punya anak laki laki yg nyengsarain idup anak orang namanya. Jangan bangga ya punya anak laki laki. Klo cuma bisa nyusahin anak orang aja. Sama nyakitin anak orang aja.

Didiklah anak laki laki anda bertanggung jawab dan pandai bersikap terhadap istrinya. Bukan sebaliknya.
Biar bagaimanapun anak perempuan itu sudah di sayang dari kecil sama orang tuanya, dipenuhi semua kebutuhannya sama orang tuanya, tapi begitu ia besar dan jatuh cinta, kenapa harus disakitin sama laki laki seperti anak ibu yg gagal itu. Dan membuat si istri menyesal memilih anak anda.
Banyak banget kok kasus kasus perceraian bukan dari kedua belah pihak suami dan istri. Tapi dari pihak mertua atau orang ketiga nya ya dari pihak suami.

Lantas untuk apa memberi doa restu tapi memberi saran yg menyakitkan.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Nyata "Pernah Menikah"

GILA DAN NGAREP

GAJIAN YANG MENYEDIHKAN